Search This Blog

Saturday, 3 September 2016

Perubaha dalam Schoolwide Change

Perubahan merupakan sesuatu yang sulit. Perubahan membutuhkan waktu, hal-hal utama yang berharga di sekolah-sekolah dan banyak persyaratan. Perubahan yang berarti mengharuskan pendidik mempertanyakan pengetahuan mereka saat ini dan praktek-pengetahuan dan praktek yang mungkin
benar atau tidak benar, efektif atau tidak efektif. Banyak kepala sekolah dan staf yang merasa penting untuk melakukan hal yang menurut orang lain harusnya mereka lakukan. Misalnya “jika sekolah lain di wilayahmu melakukan itu, maka seharusnya kamu juga melakukannya”. Akan tetapi “satu ukuran cocok untuk semua” merupakan sesuatu yang absurd. Sekolah yang tidak efektif dan gurunya memang harus didorong untuk mengganti sistem baru yang dianggap lebih efektif. Tapi tidak masuk akal meminta sekolah yang efektif dan guru kelas untuk menggantikan praktek-praktek yang ada dengan yang baru belum terbukti lebih efektif.

Langkah pertama dalam upaya perubahan yang berkaitan dengan disiplin schoolwide harus melakukan penilaian kekuatan-dan-kebutuhan, yang merupakan proses sistematis mengumpulkan informasi untuk menentukan perlunya perubahan dan bagian-bagian mana yang membutuhkan perubahan. Penilaian harus mencakup tidak hanya identifikasi kebutuhan tetapi juga kekuatan atau aset yang mungkin berguna dalam menangani kebutuhan tersebut. Penilaian kekuatan-dan-kebutuhan harus komprehensif dan berbasis luas. Dengan demikian, harus mencakup semua empat komponen disiplin schoolwide komprehensif: mengembangkan disiplin diri, mencegah masalah perilaku, memperbaiki masalah perilaku, dan menangani kebutuhan yang lebih menantang siswa di Tiers 2 dan 3. Tanggung jawab untuk melakukan penilaian kekuatan-dan-kebutuhan harus diserahkan kepada Sekolah-komite disiplin, tim, atau kelompok kerja. Akan tetapi, semua anggota staf sekolah harus berpartisipasi dalam penyelesaiannya dan, yang lebih penting dalam analisis hasil.

Terdapat 5 tahap perubahan dalam pengimplementasian Schoolwide Change yaitu:
1.    Tahap perubahan. Kesiapan, meninjau kembali literaur  tentang program dengan membuktikannya, memikirkan kembali visi dan apa yang diperlukan, apakah memang benar dibutuhkan dan bagaimana bisa terjadi.
2.    Awal penerapan. Menyusun rencana implementasinya, rencana pelaksanaan seklah harus mencakup dari inti unsur-unsur, apakah suatu program atau pendekatan tertentu dipilih untuk diadopsi atau komponen-komponen yang dipilih harus konsisten dengan filosofi dan misi sekolah. Tujuan tidak boleh terlalu luas dan idealis.
3.    Implementasi awal. Para pemimpin (kepalasekolah) harus yakin dalam memimpin perubahan.
4.    Melembagakan program melalui kebijakan,  kurikulum dan budaya sekolah. Sekolah-sekolah yang terdapat mobilitas atau perubahan, berkelanjutan dari waktu ke waktu mempertahankan dan melembagakan program tersebut.

5.    Evaluasi yang sedang berlangsung dan pembaharuan kreatif. Agar perubahan terus berlangsung pemimpin harus benar-benar membahas perubahan apa yang dibutuhkan. Hambatan untuk mengubah terus diperiksa dan apapun yang tidak berjalan diubah atau diganti
//go.ad2up.com/afu.php?id=526792

No comments:

Post a Comment

Simple theme. Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.

Popular Posts