Oh tuhan aku kudu piye iki target wisuda sih bulan Agustus semoga saja bisa
terkejar, tapi gimana caranya kalau sampai sekarang saja laptopnya belum ada.
Pernah aku bela-belain untuk menggunakan
computer di lab pasca dan warnet, bukannya ngegarap proposal aku malah online chatingan, youtub-an, update status di facebook dan iseg-iseng searching barang-barang di OLX . Berpikir-berpikir…. Ayo cari jalan keluar Pe pasti bannyak cara lain, pinjam laptop temen kek…
computer di lab pasca dan warnet, bukannya ngegarap proposal aku malah online chatingan, youtub-an, update status di facebook dan iseg-iseng searching barang-barang di OLX . Berpikir-berpikir…. Ayo cari jalan keluar Pe pasti bannyak cara lain, pinjam laptop temen kek…
Ya….. pinjam laptop tapi punya siapa???
Temen-temen pasti pada sibuk ngerjain tugas akhir juga. Hmmmm……
Waktu
menunjukkan pukul 17.15 PM aku sedang focus merangkai kalimat yang tepat di
pesan handphoneku ‘pinjam Laptop dungs’ lalu
aku menekan tombol kirim pesan yang ada di bagian atas sebelah kanan.
‘pesan
terkirim’ wow…. Rasanya deg-degkan dibalas apa kagak ya?? Secara ini
nomernya mijon. Lima menit berlalu belum ada balasan dari pesan yang aku kirim
kepadanya. Aku berkali-kali melihat ke handphoneku tapi tidak ada satupun pesan
yang masuk. Sepuluh menit, limabelas menit and finaly empat puluh lima menit
akhirnya ada juga balasan dari dia.
‘Iya
kesini saja’
‘Aku
lupa kosanmu’ sebenarnya aku enggak lupa hanya
pura-pura jaim aja, gimana bisa lupa kalau hampir setiap minggu aku melewati
jalan arah kekosan dia untuk sekedar pergi makan atau jalan-jalan dengan
temanku.
Beberapa detik kemudian langsung ada
balasan dari pesannya ‘Yaudah entar aku
jemut di dekat lorongnya, masih ingatkan?’
Aku
bergegas mengambil proposalku, segera kumasukkan kedalam ransel, mengunci pintu
kontrakan, menghidupkan sepedamotor dan bergegas segera pergi menuju kosannya.
Setelah beberapa menit akupun sampai juga dikosannya, untung saja aku minta
dijemput karena ternyata dia sudah pindah tidak jauh dari kosannya yang lama.
“Loh kamu pindah?” tanyaku sambil
memperhatikan kamarnya.
“Iya, sudah lama sih pindahnya” jawabnya
sambil menaruh helem di dekat pintu.
“Assalamualaikum….” Kuletakkan helemku
di dekat helemnya dan masuk kedalam kamar.
“Waalaikumsalam..” jawabnya sambil
tersenyum “Tuh laptopnya hidupin saja” dia menunjuk kearah laptop yang sedang
dalam kondisi turnoff tetapi terbuka.
Mijon duduk di atas kasurnya yang tidak
menggunaan dipan, hanya terbentang diatas lantai. Aku duduk membelakanginya
menghadap ke laptop.
“Seharian ini ngapain aja?” tanyaku
sembari menekan tombol power di laptopnya.
“Enggak ada” jawabnya.
“…..” Kutolehkan wajahku kebelakang
melihat keaarah dia “Enggak selesain tesismu?”
“Enggak ada, lagi malas ngerjain. Tak
biarin aja dulu” jawabnya sambil melihat kearahku.
“Kenapa?” tanyaku dengan posisi masih
melihat kearahnya “Entar enggak selesai-selesai loh”
Ku alihkan pandanganku kearah posisi
semula.
“Ya kalau aku selesain cepat-cepat entar
aku cepat pergi ke Jakarta kamunya kangen” jawawbnya sembari tertawa.
Aku hanya tersenyum dan tertawa kecil “Enggak
ya, manamungkin”
“Manamungkin apanya memang kenyataankan”
jawabnya sembari tertawa “Dari semua mantanmu kan aku yang paling ganteng”
“Hahahahaha…. PD banget, ya enggak lah”
jawabku sambil memalingkan wajahku ke laptop.
2 jam berlalu aku menghabiskan waktu
untuk memperbaiki proposal tesisku ditempatnya. Jam menunjukkan pukul 22:00.
Akupun bergegas pamit pulang karena kontrakanku berada jauh dari kos-kosannya.
No comments:
Post a Comment